Tourism Object

September 27th 2013

Wisata Alam

Pantai Parangtritis

Tourism object Jogja Expo center Parangtritis

Berbicara tentang wisata pantai di Yogyakarta, Pantai Parangtritis merupakan salah satu yang paling populer. Pantai yang terletak di pesisir selatan ini memang populer karena kebanyakan turis menghabiskan waktu mereka di Parangtritis selama kunjungan mereka di Yogyakarta. Tidak mengherankan jika pantai ini menjadi salah satu ikon pariwisata Daerah Istimewa Jogjakarta.

Parangtritis sendiri memiliki sejarah yang menarik. Dikatakan bahwa seorang buronan Kerajaan Majapahit bernama Dipokusumo bermeditasi di sini. Dalam meditasi ia melihat tetesan air (dalam bahasa Jawa disebut Tumaritis) dari celah batuan (parang dalam bahasa Jawa). Kemudian ia menamai daerah tersebut Parangtritis yang berarti air menetes dari batu.

Parangtritis mungkin tak seindah pantai lainnya di Bali atau Gunungkidul. Namun demikian, setiap akhir pekan atau musim liburan, Parangtritis penuh sesak dengan pengunjung. Masyarakat percaya bahwa Pantai Parangtritis milik ratu penguasa Laut Selatan atau lebih baik dikenal sebagai Nyai Roro Kidul. Menurut kepercayaan setempat, Nyai Roro Kidul menyukai warna hijau, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Parangtritis menghindari mengenakan baju hijau.

Sebagai bumbu cerita misterius tentang Nyai Roro Kidul, Pantai Parangtritis juga diyakini sebagai titik pertemuan Panembahan Senopati dan Sunan Kalijaga setelah Panembahan Senopati menyelesaikan meditasinya. Bahkan masyarakat setempat percaya bahwa pantai Parangtritis, Keraton Yogyakarta dan Gunung Merapi adalah manisfetation dari trinitas yang tak terpisahkan.

 

Pantai Baron

Pantai di semenanjung selatan Yogyakarta memanjang dari timur ke barat sangat menarik minat wisatawan. Masing-masing pantai menawarkan fitur khas seperti makanan laut, udara segar, pemandangan matahari terbenam, pasir putih dan banyak lainnya. Dan begitu pula halnya dengan Pantai Baron, yang menawarkan pemandangan yang indah dan makanan laut yang menggugah selera. Tidak mengherankan jika banyak turis yang mengunjungi pantai yang berada di sekitar Pantai Siung dan Pantai Sundak ini. Keindahan Pantai Baron bahkan disejajarkan dengan terkenal keindahan pantai lain seperti Parangtritis, Depok, dan Glagah. Pantai Baron terletak di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di Kemadang, Kecamatan Tanjung Sari. Sama seperti pantai-pantai lain di tepi Pantai Selatan yogyakarta, ombak di Baron cukup besar sehingga wisatawan harus berhati-hati dan tidak melewati batas keamanan yang dianjurkan.

 

Wisata sejarah

Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta Jogja Expo center

Sejarah Kesultanan Yogyakarta mulai tahun 1558, pada saat Ki Ageng Pamanahan diberikan daerah Mataram oleh Sultan Pajang setelah membantu Pajang Raya mengalahkan Arya Pangansang. Ki Ageng Pamanahan adalah putra Ki Ageng Ngenis atau cucu Ki Ageng Selo, seorang pemimpin agama Islam terkemuka Selo, Grobogan. Pada tahun 1577, Ki Ageng Pamanahan membangun istananya di Pasargede, atau juga dikenal sebagai Kotagede. Ki Ageng Pamanahan tetap setia kepada Sultan Pajang. ia meninggal tahun 1584 dan dimakamkan di wilayah barat Masjid Kotagede.

Pada 1588, Mataram menjadi sebuah kerajaan yang independen dengan Sutawijaya sebagai penguasa bergelar Senapati Ingalaga Sayidin Panataga. Dia lebih dikenal sebagai Panembahan Senapati, yang menunjukkan bahwa ia merupakan komandan tentara sekaligus pemimpin agama. Selama masa pemerintahan Sultan Agung, Mataram mengalami perkembangan dalam politik, militer, seni, sastra, dan kehidupan beragama. Setelah Sultan Agung wafat, Kerajaan Mataram mengalami degenerasi internal yang cukup besar yang berakar pada konflik dan perselisihan dalam keluarga kerajaan.Klimaksnya terjadi pada 13 Februari 1755 dengan penandatanganan Perjanjian Gianti yang memisahkan Kerajaan Mataram menjadi dua, Surakarta dan Kasunanan Kasultanan Yogyakarta.

Keraton Yogyakarta merupakan pusat kebudayaan Jawa yang masih ada pada saat ini. Keraton Yogyakarta didirikan oleh Sultan Hamengkubuwono I. Di dalam istana, ada sejumlah bangunan, masing-masing memiliki nama dan fungsi. Ada juga ruang untuk perpustakaan pusaka kerajaan dan museum fotografi yang membuat puluhan foto penguasa Yogyakarta serta keluarga dan kerabat mereka. Beberapa upacara adat tampil reguler di istana, antara lain upacara Jamasan dan Grebeg Maulud. Sultan dan keluarga hidup di dalam kompleks istana, di bagian yang disebut Keraton Kilen.

 

Wisata Budaya

Upacara Grebeg Keraton Jogjakarta

Upacara Grebeg Keraton Yogyakarta Jogja Expo Center

Grebeg Keraton Yogyakarta merupakan upacara adat yang dilakukan sebagai manifestasi tugas Sultan untuk menyebarkan dan melindungi Islam. Upacara , yang dikenal dengan sebutan Grebeg , diprakarsai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I ( 1755-1792 ) .

Nama Grebeg itu sendiri berasal dari proses Miyos , saat ketika sultan dan seluruh keluarga kerajaan keluar dari istana untuk melimpahkan gunungan ( berbagai makanan yang disajikan dalam bentuk kerucut ) kepada masyarakat . Suara langkah keluarga kerajaan disamakan dengan suara Garebeg angin kencang ... Garebeg ... Garebeg .

Garebeg diadakan tiga kali dalam setahun pada hari libur Islam . Ada tiga jenis Garebeg , yaitu Garebeg syawal , Garebeg Maulud , Garebeg Besar . Garebeg Syawal dilakukan sebagai rasa syukur dari Keraton dengan Allah setelah menyelesaikan bulan puasa dan juga untuk menyambut bulan Syawal . Grebeg Maulud dilakukan sebagai perayaan dan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Grebeg Besar adalah untuk merayakan Idul Adha yang berlangsung di bulan Dzulhijjah yang dalam penanggalan Jawa dikenal sebagai Bulan Besar.

Anda Pengunjung Ke:

166681
Temukan kami di Facebook Temukan kami di Twitter Temukan kami di Foursquare Temukan kami di Linkedin Temukan kami di Flickr Temukan kami di YM